in , , ,

Pemerintah Dinilai Berjudi dan UU Cipta Kerja Belum Ada Naskah Resmi

Pemerintah dinilai berjudi dan UU Cipta Kerja belum ada Naskah Resmi

Adyt.tekape.id – Naskah final dari UU Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh DPR belum bisa diakses publik hingga kini. Bahkan anggota DPR yang membahas undang-undang itu saja, juga belum mendapatkan naskah resminya.

Berita tersebut jadi salah satu yang ramai dibaca publik, Sabtu (10/10). Adapun berita populer lainnya, yakni kritik dari ekonom Faisal Basri yang menilai pemerintah berjudi lewat UU Cipta Kerja.

Soal Indofarma bakal menyediakan layanan tes PCR di rumah dengan biaya Rp 880 ribu, juga masuk deretan berita populer. Berikut rangkumannya:

Naskah Resmi UU Cipta Kerja

Hingga saat ini, belum ada naskah final UU Cipta Kerja yang bisa diakses publik.Bahkan tak hanya masyarakat, anggota badan legislatif (Baleg) pun ada yang belum memiliki naskah tersebut.

Padahal Baleg termasuk badan di DPR yang ikut mengupas undang-undang sapu jagat ini.”Bahkan di rapat untuk pengambilan keputusan tingkat I antara pemerintah dan DPR, kami tidak melihat draf RUU itu yang sudah ditandatangani seluruh fraksi, baik yang setuju maupun yang tidak setuju.

Harusnya itu ada,” ujar Anggota Baleg DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf, dalam diskusi virtual Polemik Trijaya Pro Kontra UU Cipta Kerja, Sabtu (10/10).

Faisal Basri: Mengapa Pemerintah Berjudi dengan UU Cipta Kerja?

Ekonom senior Faisal Basri mempertanyakan motivasi pemerintah mengesahkan UU Cipta Kerja. Pasalnya, sebelum UU Cipta Kerja itu ada, kemudahan berusaha pun telah berlangsung selama 10 tahun.ADVERTISEMENT

Faisal menilai keberadaan beleid sapu jagat ini justru tak ubahnya pemerintah tengah bertaruh dengan segala risiko atas kemajuan investasi sejauh ini.

Mengapa berjudi dengan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang melebar ke mana-mana, sehingga berisiko memorakporandakan kemajuan yang sudah di jalur yang benar. Mengapa harus pindah jalur,” tutur Faisal, Sabtu (10/10).

Indofarma Sediakan Layanan Tes PCR Rp 880 Ribu

PT Indofarma Tbk (Persero) menyediakan layanan tes PCR yang bisa didatangkan ke rumah alias home care. BUMN farmasi tersebut mematok tarif Rp 880 ribu per orang, dengan hasil yang bisa diketahui hari itu juga.

Halaman: 1 2

Rekomendasi